Rabu, 10 Agustus 2011

GURU YANG EFEKTIF & PROFESIONAL

MENJADI GURU YANG  EFEKTIF DAN PROFESIONAL
Oleh : Wangsit Supeno, SE, MM


Pantaslah jika guru mendapat gelar “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” , karena pekerjaan guru bukanlah pekerjaan mudah. Pekerjaan guru mulia dan sangat dihormati. Profesi guru lebih banyak berhubungan dengan manusia yang memerlukan ketekunan dan kesabaran, dalam membangun intelektual murid-muridnya dengan baragam kepribadian yang dibawanya sejak lahir dan terbentuk di lingkungannyan, sehingga diharapkan anak didiknya memiliki kompetensi yang dapat dibanggakan kelak. Tetapi betulkah hanya kompetensi yang menjadi fokus pembangunan mental murid ? padahal kompetensi lebih mengarahkan pada tumbuhnya kemampuan teknis, di mana pelajar dalam menyerap ilmu yang diberikan guru, lebih dominan untuk mengerjakan soal-soal latihan, mengerjakan soal ulangan dan mengikuti ujian. Semuanya lebih menekankan pada peningkatan kerja otak kiri. Apabila hal ini terus berlanjut maka akan menimbulkan situasi belajar yang menjemukan, sehingga suasana kelas menjadi tidak kondusif. Di tambah dengan temperamen guru yang keras, dan menganggap cara mengajar yang dilakukan sudah yang terbaik, dengan mengemukakan pembenaran bahwa dengan mengajar secara keras dan tegas, murid jadi lebih bertanggung jawab dan disiplin dalam mengerjakan tugas yang ia intruksikan, baik di sekolah maupun di rumah,  ditambah dengan alasan  mereka adalah generasi muda yang mentalnya harus kuat. Benarkah demikian ?  

Seorang guru yang berhasil adalah guru yang memiliki kemampuan mengajar secara efektif atau tepat sasaran di mana ia tidak hanya menekankan pentingnya pengetahuan yang bersifat teknis, dan berharap anak didiknya tidak dibentuk menjadi calon pekerja tetapi menjadi seorang leader yang mampu memimpin pada waktunya kelak. Pola mengajar sang gurupun diimbangi dengan membekali anak didiknya dalam hal pengetahuan soft skill yang terbukti  mendorong lahirnya kualitas emosional yang positif, berupa semangat juang untuk belajar  dan fokus pada hasil yang optimal. Pembangunan ketahanan mental yang baik akan memperkuat tekad murid dalam menghadap situasi yang paling sulit seperti menghadapi UAN. Itu sebabnya orang-orang yang mempunyai keterbelakangan fisik mampu berprestasi dalam lingkup yang sempit bahkan lingkup dunia. Semua bergantung pada bagaimana sang guru membentuk mind set anak didiknya sejak dini.

Sudah banyak bukti bahwa seorang guru yang “killer” secara tidak langsung akan terserap dalam memory si anak didik, dan bisa menghambat kemajuan karena jangankan masuk kelas, membayangkan wajah gurunya saja sudah takut. Memory alam bawah sadar yang tersimpan baik pada otak si anak didik akan di eksekusi pada saat ia dewasa dan menjalankan profesinya baik menjadi guru atau seorang leader perusahaan. Ia akan terinspirasi melakukan hal serupa yang diajarkan gurunya kepada muridnya atau bawahannya, dengan alasan “dahulu saya juga di pressure oleh guru saya dan saya bisa sukses seperti ini, jadi sekarang apa salahnya saya lakukan hal serupa agar anda sukses seperti saya”.  Kalau hal ini terjadi, maka tujuan dari pendidikan menjadi tidak efektif, sebab pendidikan yang diberikan seharusnya memiliki sasaran untuk membentuk manusia yang tidak hanya cerdas dan sukses dikemudian hari, akan tetapi membentuk manusia yang memiliki kemampuan mengelola emosi dan menjujung tinggi budi luhur, yang akan melahirkan banyak pemimpin yang arif dan bijaksana. Dibalik ketegasan dan kesuksesan  yang dihasilkan dari sebuah manajemen pendidikan yang baik dan efektif akan menumbuhkan generasi yang memiliki kepribadian yang bersedia untuk menularkan kebaikan dalam mentrasfer ilmu kepada banyak orang, termasuk dalam memimpin dengan cara-cara yang santun. Seorang guru yang efektif dalam mengajar akan memiliki kemampuan menggali potensi besar muridnya yang terpendam, hanya melalui gaya mengajarnya yang disukai semua muridnya di kelas, sehingga kehadirannya memberikan nuansa bagi tumbuhnya generasi-genarasi yang tidak hanya kompeten tetapi memiliki cara pandang yang lebih luas akan pentingnya belajar.

Ada potongan syair lagu yang berhubungan dengan profesi guru, yaitu Oemar Bakri yang melegenda lewat suara emas Iwan Fals :

Oemar Bakri...Oemar Bakri
Empat puluh tahun mengabdi
Jadi guru jujur berbakti
Memang makan hati

Oemar Bakri...Oemar Bakri
Banyak ciptakan menteri
Profesor insinyurpun jadi
Tapi mengapa
Gaji guru Oemar Bakri
Banyak dikebiri

Syair Oemar Bakri tersebut mencerminkan betapa beratnya menjadi seorang guru, empat puluh tahun mengabdi, ia harus menjadi guru yang jujur dan berbakti.  Coba anda maknai syair lagu tersebut, dengan mengevaluasi perjalanan anda sebagai guru. Sudah berapa tahun anda menggeluti profesi guru ? sudahkah anda jujur menggunakan waktu mengajar dengan efektif untuk mencerdaskan calon-calon penerus perjuangan dan bahkan pemimpin bangsa ?  sudahkah anda mendidik murid dengan penuh perhatian dan kasih sayang ? sudahkah anda tahu karakter kepribadian murid-murid anda ? sudahkah anda memotivasi belajar murid-murid anda dengan cara yang benar ? sudahkah anda memberikan contoh teladan kepada mereka ? jujur, sudahkan anda mengendalikan emosional untuk tidak mencampur adukkan dan memasukkan masalah di luar mengajar ke dalam kelas ? sudahkah anda mengajar dengan enjoy karena profesi guru adalah panggilan hati dan bukan semata pemenuhan kebutuhan hidup belaka ? jika belum maka anda masih memerlukan waktu untuk disebut sebagai guru yang profesional.

Seorang guru yang profesional akan menempatkan dirinya sebagai guru yang memiliki visi ke depan untuk murid-muridnya, dengan memberikan contoh bahwa diri anda juga sangat peduli dengan masa depan anda dihadapan murid-muridnya. Tanamkan kebanggaan berprofesi sebagai guru, agar mereka bisa memahami dan bangga kepada bapak/ibu guru . Setiap hari anda harus meningkatkan kualitas untuk peningkatan karir, dengan cara meningkatkan kualitas pendidikan, cara mengajar, mengevaluasi hasil belajar  ataupun menunjukkan kemampuan anda dalam hal pengembangan diri dengan memberikan seminar dan menulis atau memberikan pengabdian kepada masyarakat. Apapun yang anda lakukan harus membanggakan murid anda, mengajari pentingnya proses menjadi orang sukses dengan memberikan contoh-contoh yang kongkrit. Kalau anda sudah memiliki kebanggaan dengan profesi anda sehingga anda benar-benar telah profesional dalam menekuni karir tersebut, maka ungkapan Oemar Bakri bahwa gajinya dikebiri tidak akan ada lagi di era yang sangat memperhatikan pada peningkatan mutu pendidikan di tanah air.  Faktanya pemerintah sangat memperhatikan kesejahteraan guru, termasuk adanya program sertifikasi yang sangat bermanfaat bagi kesejahteraan guru.