Selamat Berkunjung Di Website Wangsit Supeno. Website ini memberikan informasi pelatihan dan artikel yang bermanfaat.

Kami berpengalaman sejak 2011 dalam pelatihan pengembangan SDM Bank Perekonomian Rakyat (BPR) fokus Modul Marketing, Sevice Excellence, Leadership dan Motivation bisa untuk publik.

Trainer berpengalaman memberikan pelatihan secara in house maupun bekerjasama dengan Perbarindo dan juga perusahaan/instansi non bank.Penyampaian materi mudah dipahami dan dalam suasana kelas training yang menyenangkan.

Rabu, 31 Juli 2013

IN HOUSE TRAINING
EDUKASI SUMBER DAYA DENGAN
PT. BPR ARTHA MUKTI SANTOSA

LOKASI : BANARAN SEMARANG
TANGGAL 9 JUNI 2013

TEMA : MARKETING STRATEGY AND CREDIT CUSTOMER SERVICE BPR









FUNDAMENTAL PERUBAHAN



FUNDAMENTAL PERUBAHAN HIDUP
                                
              


Selama Anda terus melakukan apa yang selama ini Anda lakukan, Anda akan mendapatkan apa yang selama ini Anda dapatkan. Jika Anda tidak suka dengan apa yang Anda dapatkan, Anda perlu mengubah apa yang Anda lakukan selama ini. (Zig Ziglar)
           
Para pembaca yang budiman, dalam tulisan ini saya akan membahas mengenai pentingnya setiap pribadi yang ingin sukses, memperkuat pondasi perubahan terlebih dahulu, sebelum perubahan itu sendiri Anda lakukan. Anda bayangkan sebuah bangunan rumah atau gedung tinggi yang megah, bahkan candi-candi peninggalan sejarah seperti Prambanan, Borobudur, apa yang terjadi jika pondasi bangunan tidak kuat ? bangunan itu tentunya tidak akan dapat bertahan lama, dan ketika digoyang oleh gempa dengan kekuatan kecil saja, mampu membuat retak, rusak bahkan merontokkan bagian bahkan seluruh bangunan tersebut. Begitu juga dalam diri manusia, jika pondasi perubahan tidak kuat, sebentar saja bisa galau, merasa putus asa, belum melakukan tetapi bayangan kegagalan selalu menghantui. Hal seperti ini tentu sangat tidak baik bagi upaya peningkatan kualitas hidup seseorang di tengah perubahan zaman yang tidak bisa dibendung oleh siapapun.

Tujuan penguatan pondasi perubahan dimaksudkan, agar proses perjalanan menuju sebuah keberhasilan atau kesuksesan yang tidak mudah itu, dapat diikuti dengan tumbuhnya semangat yang tinggi dalam diri kita, sehingga tidak mudah putus asa bahkan berhenti di jalan. Tumbuhnya semangat yang tinggi dalam diri seseorang untuk melakukan perubahan, akan menimbulkan percepatan dalam mencapai keberhasilan tersebut. Dan itu haruslah dimulai dari pemahaman diri kita sendiri, akan pentingnya melakukan perubahan total baik dalam hal cara berpikir, cara merasakan, cara berperilaku dan cara bertindak sebagai bagian penting dari sebuah proses pencapai keberhasilan.

Berubah Itu Tidak Mudah Tetapi Bisa
Banyak orang hanya bisa terdiam menerima kondisi yang sangat tidak nyaman, namun dilain waktu ia menggerutu, menyalahi nasib, muncul rasa kesal, kecewa dan sebagainya. Di sisi lain, ada orang-orang yang begitu nyamannya sehingga terlena bahwa kenyamanan itu hanya bersifat sementara, dan pada waktunya datanglah perubahan keadaan dan lingkungan, yang membuat orang tersebut masuk dalam zona tidak nyaman tetapi uniknya dia tetap menikmati zona itu, mengapa ? pertama, bisa jadi ia tidak tahu apa yang harus dilakukan, kedua bisa jadi ia tahu tetapi enggan untuk berpikir bagaimana caranya keluar dari zona yang tidak nyaman, ketiga bisa jadi ia tahu kondisi tidak enaknya di zona tidak nyaman tetapi ia enggan berubah karena merasa tidak yakin apa yang akan dilakukannya nanti, tidak akan berdampak apa-apa terhadap dirinya, jadi lebih baik dijalani saja meskipun tidak nyaman dan menderita. Berbeda dengan orang-orang yang bermental sukses, disetiap kondisi baik ketika berada di zona nyaman maupun tidak nyaman, ia tetap memikirkan bagaimana meningkatkan kualitas dirinya, karena ia menyadari bahwa perubahan pada waktunya akan terjadi, dan orang sukses adalah orang yang siap menghadapi perubahan karena ia telah memperkuat pondasi perubahan sejak jauh-jauh hari.

Berubah itu memang tidak mudah, dan tidak enak jika tidak didukung dengan semangat yang tinggi dari dalam diri sendiri. Perubahan juga sulit dilakukan jika seseorang tidak mengalami kondisi “krisis” yang mengancam dirinya. Dalam aksara Cina, kata “krisis” bisa bermakna “kesempatan”. Artinya dibalik krisis yang nampaknya menyulitkan terkandung kesempatan besar untuk mendapatkan hikmahnya dan melahirkan kesuksesan baru yang bisa jadi pada mulanya tidak pernah terpikirkan.

Mari kita test bukti perubahan itu tidak enak dan kadang dianggap aneh bahkan dianggap buang waktu bagi orang tertentu yang enggan berubah. Silahkan Anda ambil kertas kosong, lalu buatkan tanda tangan sebanyak 10 kali ? bagaimana ? mudah     bukan ? mengapa ? sebab Anda sudah terbiasa melakukan pengulangan membuat tanda tangan. Bayangkan waktu pertama kali membuat tanda tangan, sulit bukan ? Ya betul, memulai itu sulit tetapi mendadak harus berubah itu jauh lebih sulit.  Mari kita buktikan.

Sekarang, coba Anda buat tanda tangan sebanyak 10 kali, tetapi menggunakan tangan yang berbeda dari yang biasa dilakukan. Jika biasanya Anda menggunakan tangan kanan, sekarang gunakan tangan kiri begitu sebaliknya. Lihat apa yang terjadi ? Respon atas intrusi itu macam-macam, ada yang menggerutu sambil terus tanda tangan, “ada-ada saja sudah enak-enak tangan kanan pakai dirubah tangan kiri, kurang kerjaan”. Ada juga yang dengan senang hati dan semangat mengikuti intruksi, meskipun masih ada terdengar suara gerutuannya, “wah, ancur tanda tangan gue”. Sekarang Anda bayangkan, seandainya pada suatu ketika tangan Anda bermasalah, misalnya sakit “cantengan” yang sembuhnya cukup lama, maka apa yang terjadi ? sementara pekerjaan menulis tidak bisa dihindarkan. Apakah Anda tidak mau berubah masih memaksakan menulis dengan menggunakan tangan kanan yang sakit ? atau apakah Anda akan belajar abis-abisan menulis dengan tangan kiri, meskipun sangat sulit awalnya dan hasilnya buruk tetapi masih lumayan bisa dibaca ? Tentu semua itu tergantung pada diri Anda sendiri.

Mengapa Perubahan Hanya Sesaat ?
Mengapa perubahan hanya sesaat tidak permanen ? Sekalipun sudah mengikuti training motivasi atau membaca buku motivasi atau mendengarkan CD Audio Motivasi. Pertanyaan itu sangatlah cerdas, karena kondisi seperti itu pernah terjadi juga pada diri saya, berubah itu memang tidak semudah yang dikatakan para motivator, tetapi bukan juga tidak bisa kita lakukan, kalau tujuan perubahan itu kita pahami akan memberikan dampak positif untuk diri kita, dan orang-orang yang berhubungan dengan kita atau menjadi bagian hidup kita selama ini.

Saya mencoba mencari tahu persoalan kondisi termotivasi sesaat tersebut, dan akhirnya saya mendapatkan pemahaman setelah saya mempelajari literatur-literatur motivasi yang berhubungan dengan kekuatan pikiran, di antaranya dari seorang pakar Mind Technology, Adi W Gunawan, seorang Peak Performance Coach Ariesandi Setyono, Seorang Motivator Dunia, Anthony Robbins dan seorang Pembicara Profesional, Brian Tracy. Itulah sebabnya dalam setiap training yang saya berikan, saya selalu menekankan kepada para peserta, tentang pentingnya membangun kesadaran diri, untuk dapat memahami mengapa mengikuti training itu penting dan bermanfaat bagi pengembangan dirinya, bukan hanya karena diperintah atasan. Pastikan muncul rasa kebutuhan bahwa training yang diikuti, sebagai suplemen untuk lebih menguatkan motivasi dari dalam diri Anda. Pastikan juga sebuah rasa yang menggelora dan bergairah menyikapi keputusan penting dalam diri Anda untuk melakukan perubahan yang sungguh-sungguh bukan hanya sesaat.

Berubah Dari Diri Sendiri
Penguatan pondasi perubahan seperti yang telah saya jelaskan di atas, jika ditindak lanjuti dengan benar, akan memunculkan sebuah keyakinan dalam diri, bahwa perubahan yang dilakukan nantinya bisa berhasil diwujudkan atau dengan kata lain, kita bisa meraih sukses tepat pada waktunya. Keyakinan yang begitu kuat dan tidak berlawanan dengan hati nurani, akan mengubah perilaku kita, selanjutnya tindakan kita yang arahnya fokus pada tujuan keberhasilan yang kita ingin raih. Artinya, semua berawal diri kita sendiri yang harus berani, memutuskan untuk merevolusi pondasi perubahan, dengan terlebih dahulu memahami alasan utama pentingnya melakukan perubahan.

Coba Anda perhatikan kupu-kupu yang bebas terbang di taman bunga,  sebelumnya melalui proses perubahan dari ulat kepompong sampai menjadi kupu-kupu yang warnanya indah. Perubahan ini hanya bisa terjadi jika di dalam diri seseorang tertanam keinginan yang begitu kuat, kesabaran, kerja keras dan cerdas,  diiringi dengan kepasrahan kepada Tuhan, agar dirinya merasakan sebuah kondisi baru yang “sangat nikmat” melebihi dari kondisi yang sedang atau telah dialaminya selama ini. Namun demikian, pondasi perubahan dalam kehidupan seseorang juga bisa terjadi, ketika orang tersebut memasuki kondisi yang sangat tidak nyaman, sangat tidak bahagia, sangat menyakitkan dan sangat lainnya yang tidak enak, sebab jika sudah ada kata “sangat” berarti sudah tidak ada pilihan lain yaitu “berubah” atau “menderita selamanya”.

Anthony Robbins seorang Motivator Dunia dalam bukunya “Awaken The Giant Within (Bangunkan Kuasa Raksasa Di dalam Diri)”, mengatakan Jika Anda mengambil tindakan untuk mengubah kehidupan Anda, itu mungkin karena Anda telah membentur tingkatan kepedihan yang tidak mau lagi Anda toleransi. Inilah momen ajaib ketika kepedihan terjadi akan mendorong kita untuk mengambil tindakan baru dan menghasilkan hasil-hasil baru. Kita bahkan menjadi lebih terdorong lagi untuk bertindak jika dimomen yang sama, kita mulai mengharapkan bagaimana berubah itu juga akan menciptakan banyak kenikmatan bagi kehidupan kita.

Saya berikan satu ilustrasi contoh, sebut saja Doni yang kerap sakit gigi. Meskipun sakit giginya rutin datang setiap minggu, ia tetap kekeh tidak mau kedokter gigi, alasannya takut dicabut. Menurut ia, cukup minum obat gigi sudah selesai, aman. Nah, permasalahannya, ketika gigi Doni yang sakit sudah lebih dari satu, yaitu gigi kanan dan kiri, atas dan bawah, sehingga Doni merasakan sakit yang “sangat” menyiksa, susah makan, susah tidur, dan segala susah lainnya, setiap hari ia rasakan, maka akhirnya memunculkan komitmen perubahan dari diri Doni sendiri, “saya harus pergi ke dokter”. Ketika ia fokus dan sungguh-sungguh ingin berubah agar bebas dari sakit,  maka bayangan rasa takut giginya dicabut mulai berkurang, karena Doni telah pasrah yang penting bisa sembuh. Setelah dironsen, dokter memutuskan giginya cukup hanya ditambal permanen dan tak perlu dicabut. Setelah beberapa kali harus datang ke dokter gigi karena sebelum ditambal harus dirawat, dan setelah melalui proses penambalan permanen, dan tidak enaknya menelan rasa cengkeh, maka akhirnya kenikmatan itupun datang. Doni, bebas dari rasa sakit gigi dan kembali bisa makan menu favoritnya tanda diganggu rasa sakit, dan tentunya bisa bekerja dengan nyaman.   

Jika pondasi perubahan itu benar-benar dipahami dan bersumber dari diri kita  sendiri, maka akan memunculkan pikiran yang fokus pada arah perubahaan yang diharapkan, sehingga timbul sebuah rasa yang menyenangkan dalam bentuk visualisasi, dan memperkuat perasaan tidak nyaman apabila terus mempertahankan kondisi yang ada. Keinginan yang semakin kuat akan memunculkan visualisasi yang juga kuat, berupa gambar-gambar layaknya video yang diputar di pikiran kita, dan hebatnya akan menimbulkan efek kegairahan dalam perilaku dan tindakan kita. Jika kondisi ini sudah searah dan terprogram di pikiran yang terdalam, artinya tidak hanya sebatas pikiran sadar tetapi sudah melalui proses pemrograman dalam pikiran bawah sadar dan sejalan dengan hati nurani, maka selanjutnya akan memunculkan keyakinan atau belief yang akan mendukung kita untuk bisa mencapai keinginan yang kuat tadi. Di sinilah kemudian berlaku  The law of Attraction (LOA) atau hukum Daya Tarik.  Artinya, setiap perubahan baik yang Anda lakukan akan menarik semua sumber daya kepada Anda untuk mewujudkan hasil perubahan yang Anda inginkan.

Tips Membuat Komitmen Perubahan
Sebuah perubahan harus dimulai dari komitmen dari dalam diri kita sendiri.   Saya ingin memberikan solusi kepada Anda tips bagaimana memulai memperkuat sebuah perubahan yang datang dari diri sendiri. 

Langkah-langkahnya sebagai berikut :

1. Tuliskan peristiwa atau kejadiaan atau suatau keadaan yang membuat Anda memutuskan untuk melakukan sebuah perubahan dalam diri Anda. Peristiwa itu bisa menyenangkan, artinya Anda ingin melakukan peningkatan kualitas dari yang sudah Anda lakukan sekarang. Bisa juga peristiwa itu menyakitkan atau memunculkan keadaan krisis, artinya Anda ingin merubah sikap hidup Anda agar kondisi menyakitkan itu tidak terulang lagi dan Anda bisa bangkit dari kondisi tersebut menjadi lebih baik.

Contoh  Pikiran Perubahan dari Kondisi Krisis :
Toni seorang Account Officer sebuah bank, dipanggil atasannya. Atasannya mengatakan, Toni akan dipecat dari pekerjaannya jika dalam waktu tiga bulan kedepan tidak ada perubahan signifikan atas kinerjanya.

Contoh  Pikiran Perubahan dari Kondisi Nyaman :
Santi saat ini sudah bekerja di sebuah perusahaan sebagai Staf Administrasi.                  Ia merasakan ada yang kurang pada dirinya yaitu pendidikannya. Meskipun di kantor nyaman tetapi ia merasa ada yang kurang dalam hal wawasan terkait pekerjaannya. 

Bagaimana dengan Anda ?
Peristiwa apa yang menurut Anda menjadi tonggak pemikiran Anda harus berubah :
 .......................................................................................................................................

2. Carilah tempat yang hening, kemudian Anda renungkan baik-baik peristiwa yang telah anda tulis tersebut di atas, apa sengsaranya jika Anda tidak segera melakukan perubahan dan apa nikmatnya jika Anda segera memutukan melakukan perubahan dan bertindak yang mengarah pada tujuan perubahan itu.  Apa komitmen Anda setelah melakukan perenungan ? Bersedia berubah atau diam ditempat

Tuliskan 5 kenikmatan jika Anda memutuskan berubah
Contoh : Karir berkembang ; Banyak pelanggan; Kesejahteraan meningkat dsb.

Tuliskan 5 kesengsaraan jika Anda memutuskan tidak berubah

Tuliskan komitmen Anda dalam bentuk kalimat positif
     Contoh  1 :
      Kesalahan saya di masa lalu adalah modal penguat spirit diri saya untuk mencapai sukses pada tiga 
      bulan kedepan dengan melakukan penjualan sebesar Rp. ...........  .  Sukses adalah hak saya.
     Contoh  2 :
     Keterbatasan pendidikan saya saat ini adalah kunci sukses untuk saya agar bisa menjadi seorang Sarjana 
     Ekonomi.

Tuliskan Komitmen Positif Anda :
.....................................................................................................................................

Sabtu, 20 April 2013

MATERI PELATIHAN BPR MOTIVASI KINERJA TEAM WORK

MATERI (MODUL) PELATIHAN BPR
TEMA MOTIVASI KINERJA TEAMWORK
S
JENIS TRAINING BPR : 
SOFT SKILL DAN MOTIVASI
MODUL TRAINING : 
MERAIH SUKSES BEKERJA DAN BERKARIR DI BPR
Latar belakang Pelatihan :
Bekerja dan berkarir di Bank Perkreditan Rakyat (BPR)  adalah sebuah keputusan hidup seseorang yang meyakini bisa menjadi bagian sukses perusahaan dan dirinya sendiri sekarang dan di masa depan.
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan jenis perusahaan jasa keuangan yang menjadi mitra setia masyarakat, dan terbukti tahan dalam menghadapi krisis moneter  di tahun 1997. Saya sendiri dibesarkan di BPR, dan sampai sekarang meskipun sudah tidak menjadi seorang praktisi BPR tetap memiliki hubungan usaha  kemitraan dengan BPR, sebab saya meyakini BPR akan terus tumbuh dan berkembang meskipun persaingan semakin ketat.
Sebagai bagian dari SDM BPR, tentunya setiap karyawan yang bekerja di BPR harus memiliki kemampuan teknis, dan motivasi yang tinggi untuk selalu meningkatkan kualitas kerjanya sehingga akan berdampak positif pada kemajuan BPR. Bekerja pada dasarnya melakukan pekerjaan yang diulang-ulang setiap hari sehingga tidak akan membuat orang dapat meningkatkan karir . Namun untuk sebagian karyawan yang memiliki impian mendapatkan karir terbaik di BPR tentu selalu memiliki motivasi yang tinggi untuk menambah pengetahuan dan keterampilannya agar jika terdapat peluang ia bisa terpilih menempati posisi yang dibutuhan perusahaan.   
Tema pelatihan ini saya buat untuk meningkatkan loyalitas bekerja karyawan dengan membangun motivasi diri, kemauan berubah dari yang belum baik menjadi baik dan dari yang sudah baik menjadi lebih baik lagi dengan meningkatkan kualitas passion (kesukaan dalam pekerjaan yang ditekuni) dan belief (kepercayaan) untuk sukses bekerja dan berkair di BPR. Di samping   itu, setiap karyawan adalah bagian dari  team work , dalam hal ini mereka harus memahami apa saja yang sebaiknya dilakukan agar bisa memberikan kontribusi terbaik kepada BPR.
Tema pelatihan ini cocok untuk acara Gathering atau untuk membangun spirit kerja dengan membangun mindset (pola pikir) yang positif dalam mencapai sukses sesuai dengan bidang pekerjaannya. Cocok juga untuk difokuskan kepada bagian Marketing dan Front Office Staff yang menjadi ujung tombak pelayanan BPR.
Apa Manfaat Pelatihan  :
1.   Peserta memiliki pentingnya loyalitas dalam bekerja di BPR  agar   memiliki masa depan yang bisa mensejahterakan hidupnya.
2.   Peserta memiliki rasa memiliki untuk memberikan kontribusi terbaik kepada BPR sebab ia meyakini bisa meningkatkan karir di BPR
3.   Peserta memiliki pemahaman mengenai pentingnya memiliki Mindset Positif agar kinerja meningkat.
Inti Materi Pelatihan  :
1.   Perbedaan Berkarir dan Bekerja BPR
2.   Menjelaskan Enam Pilar Sukses Bekerja di antaranya : Kebutuhan, Keinginan, Impian, Passion (Kesukaan).
3.   Menjelaskan Lima Prinsip Penting yang wajib dimiliki Karyawan untuk bisa sukses berkarir  di BPR di antaranya :
      Memiliki Attitude (sikap) positif, Kompetensi Teknis, Memahami Tipe Kepribadian.
4.   Rahasia 7  Esensi Sukses menjadi Bagian Team Work. 
5.   Mengelola Mindset (Pola Pikirf) untuk produktivitas kerja.
 
Peserta Pelatihan :
1.   Staf Marketing dan Front Office
2.   Staf Back Office
3.   Kabag dan Pejabat Eksekutif
Lama Pelatihan :
Waktu yang diperlukan untuk Pelatihan Ini  adalah 7 (Tujuh) Jam
MATERI (MODUL) PELATIHAN BPR
TEMA MOTIVASI KINERJA TEAM WORK
S
JENIS TRAINING BPR : 
SOFT SKILL DAN MOTIVASI
MODUL TRAINING : 
 MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TEAM WORK
Latar belakang Pelatihan :
Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, maka seluruh karyawan BPR harus saling bahu membahu dalam sebuah Team Work  yang unggul dan produktif.
Team Work di BPR meliputi gabungan seluruh bagian Marketing, Penagihan, Front Officer    dan Back Office yang ada dengan mengoptimalkan fungsi pekerjaannya masing-masing dengan memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan pelayanan yang memuaskan kepada nasabah sehingga akan memberikan efek positif terhadap kemajuan usaha BPR sekarang dan di masa depan.
Sebuah Team Work yang produktif di antaranya harus didukung oleh individu-individu yang tepat sehingga akan memberikan kontribusi yang besar kepada perusahaan.
Menurut John C Maxwell terkait dengan Team Work yang Unggul menyebutkan bahwa :
-  Orang yang keliru di tempat yang keliru adalah Kemunduran
-  Orang yang keliru di tempat yang tepat adalah Frustrasi
-  Orang yang tepat di tempat yang keliru adalah Kebingungan
-  Orang yang tepat di tempat yang tepat adalah Kemajuan
-  Orang yang tepat di tempat tempat yang tepat adalah Pelipat Gandaan Kemajuan
Sebuah Team Work yang produktif harus didukung oleh anggota yang hebat. Dalam mengumpulkan anggota-anggota tim yang cakap, hanya ada dua pilihan : melatih atau mengganti mereka. Dengan melatih maka kemampuan mereka akan semakin meningkat dalam team work dan mereka yang tidak produktif harus diganti agar team work menjadi produktif. Ingat, anggota team work yang tidak produktif akan mengakibatkan inefisiensi bagi BPR dan akan menghambat pertumbuhan BPR secara keseluruhan. Agar Anggota Tim Produktf harus dipastikan seluruh Anggota memiliki keyakinan yang tinggi dan membuang semua masalah diri yang membelenggu sukses.
Apa Manfaat Pelatihan  :
1. Peserta dapat memiliki pemahaman pentingnya peran mereka dalam mendukung kinerja Team Work yang produktif
2. Peserta dapat mengelola passion (kesukaan) yang dimiliki untuk  bisa menjadi bagian Team Work yang produktif
3. Peserta dapat memiliki pemahaman mengenai cara melakukan perubahan yang tepat untuk melepaskan diri dari belenggu pikiran yang selama ini telah menghambat kesuksesan dalam bekerja.
Inti Materi Pelatihan  :
1.   Peran Team Work di BPR dalam mencapai Goal
2.   Tiga Tipe Karyawan dan Kontribusinya Kepada Perusahaan
3.   Kriteria Team Work Produktif  di antaranya : 
      Orang yang Tepat pada Posisi yang Tepat, Komunikasi dalam Team Work, Konflik Konstruktif
4.   Test Passion (Kesukaan) Untuk Meningkatkan Kinerja
5.   Kunci Sukses Menjadi Anggota Team Work yang Produktif
6.   Menghilangkan Mitos  atau Belenggu Pikiran Penghambat Sukses
Peserta Pelatihan :
1.   Staf Marketing dan Front Office
2.   Staf Back Office
3.   Kabag dan Pejabat Eksekutif
Lama Pelatihan :
Waktu yang diperlukan untuk Pelatihan Ini  adalah 7 (Tujuh) Jam

HATI-HATI PENYABOTASE SUKSES ANDA

WAJIB DIBACA UNTUK ANDA YANG INGIN SUKSES


PENYABOTASE SUKSES ANDA   
Oleh : Wangsit Supeno
 


“Kejadian-kejadian dalam hidup kita bukanlah yang membentuk hidup kita, tetapi pikiran kitalah yang memberikan arti bagi setiap kejadian yang terjadi dalam hidup kita” (Anthony Robbins)


Tulisan ini sengaja saya buat untuk mengingatkan saya, dan pembaca yang budiman untuk serius memperhatikan bahwa salah satu penyebab utama seseorang belum mencapai sukses sesuai yang diinginkan disebabkan karena “ada bagian yang menyabotasi keinginan sukses tersebut”.

Ketahuilah bahwa kita adalah sebuah Masterpiece atau Mahakarya dari Sang Khalik pencipta alam semesta. Kita berasal dari satu sel sperma “Pemenang” yang berhasil  berjuang keras melawan sekitar 200 – 400 juta sel sperma aktif lainnya yang siap menyingkirkan diri kita. Pada akhirnya saya dan Anda adalah pemenangnya sehingga bisa menghirup aroma mawangi dunia.

Sejak lahirpun kita adalah Pemenang dan sebuah hal yang pantas tumbuh subur dalam diri kita untuk bisa menjadi sukses sepanjang hidup dan bisa menjadi bekal di alam yang lebih abadi.
“Para pemenang mempunyai kebiasaan untuk menciptakan ekspektasi-ekspektasi positif sebelum hal itu terjadi”  (Brian Tracy)

Dari pakar motivasi yang saya pelajari, maka sukses bisa terbagi dalam beberapa bagian yaitu :
1.  Sukses dalam hal Materi
2.  Sukses dalam hal Karir
3. Sukses dalam hal Religi
4. Sukses dalam hal Intelektual
5. Sukses dalam hal Cinta

Para pakar motivasi juga mengatakan bahwa untuk mencapai sukses kita diminta menulis Goal (tujuan) yang memenuhi komponen Spesifik, Bisa terukur, Bisa dicapai, Realistis, Memiliki batasan waktu bahasa kerennya SMART.  

Pembaca yang budiman, ada yang menarik tentang satu komponen dalam mencapai Goal yaitu “Bisa Dicapai”,  ini yang kadang menjadi sulit di jadikan kenyataan, sebab berhubungan dengan Mindset (pola pikir) yang mempengaruhi seseorang dalam mencapai goal tersebut. Bicara soal Mindset maka tidak lepas dari yang namanya Pikiran (Mind). Bahwa pikiran merupakan sebuah kekuatan dahsyat yang akan menjadi seseorang sukses atau tidak itu sudah jelas adanya. Seseorang yang memiliki Mindset (Pola Pikir) positif, akan mempengaruhi perilaku, tindakan yang mengarah pada hal positif sesuai rencana tujuan yang telah ditetapkan. Dengan Mindset positif akan menghasilkan Goal sesuai dengan yang teah direnacanakan.

Permasalahannya, mengapa saya atau seseorang yang telah bekerja keras mewujudkan keinginan suksesnya, tetapai belum juga bisa tercapai ? Apakah dengan mudah kita menyalahkan nasib ? lalu pasrah dan berserah diri ketika sesungguhnya Tuhan menilai saya atau seseorang itu belum melakukan upaya yang “Tepat” disamping kerja keras ? Inilah yang menjadi pikiran saya dan banyak orang yang menginginkan impian suksesnya bisa tercapai.
Saya pelajari banyak literatur, dan nasehat guru-guru motivator dan mengevaluasi perjalanan hidup saya, lalu saya mendapatkan kunci permasalahannya yaitu, bahwa di dalam diri saya dan setiap orang “Ada yang menyabotasi keinginan sukses itu”, dan jka itu terus berlangsung akan menjadi maslaah mental yang disebut dengan Mental Block seumur hidup. 

Mohon tidak berfikir negatif kepada orang sekitar Anda sebab belum tentu yang menyabotase adalah mereka. Lalu siapa dong ?
 
Siapa yang Menyabotase Pikiran Sukses ? Dan apa maksudnya ia Menyabotase ?

Pembaca yang budiman, setiap orang yang memiliki impian, dan kesungguhan atas keinginan sukses dalam dirinya, maka seharusnyalah bertindak habis-habisan menurut versi dirinya. Uniknya meskipun sudah bertindak habis-habisan tetapi belum bisa menemukan sukses baik dalam hal karir, kesehatan, kebahagiaan, intelektual (kuliah), religi, dan percintaan sesuai dengan harapannya.

Contoh, seorang Saf Marketing  bank yang merupakan ujung tombak dalam memasarkan produk, setiap diarahkan pimpinan karena kinerjanya tergolong rata-rata, selalu mengakhir dengan kalimat, “saya akan meningkatkan pencapaian target pelemparan kredit dan NPL saya bulan ini”. Pada faktanya, sekalipun ia memiliki keinginan dan telah bekerja keras melakukan marketing dan monitor, tetapi dirinya tidak mencapai target yang diharapkan perusahaan meskipun tidak juga terlalu rendah, sehingga bisa digolongkan sebagai Staf Marketing kelas rata-rata.

Saya mencoba melacak apa penyebab ia memiliki kualitas kerja seperti itu. Akhirnya saya menemukan sebuah masalah yang telah menyabotase sukses dirinya dalam mencapai target kerjanya, ia memeang prinsp yaitu “Kalau nasabahnya banyak dan besar-besar saya kuatir kredit bermasalah yang saya hadapi juga besar, sehingga kenyamanan mendapatkan insentif  terganggu”.

Analisis Masalah :
1. Pihak yang mensabotase sukses Staf Marketing tersebut dalam bekerja adalah “Bagian Dirinya Sendiri” saya ulangi “Bagian Dirinya Sendiri”. Jadi pertanyaan siapa yang mensabotase sukses saya dan Anda selama ini adalah “Bagian Diri Kita Sendiri”.
2. Sabotase itu dalam bentuk “Kekuatiran akan kegagalan dalam memelihara Rekening Kredit Nasabahnya sehingga akan terancam pengurangan insentif yang selama ini diterima”. Ia lebih memilih rata-rata toh tidak diberhentikan tetapi dia sendiri nyaman.
3.  Ada sebuah konflik batin dalam diri Staf Marketing tersebut disisi lain ia ingin sukses tetapi di sisi lain ia tidak ingin menghadapi masalah dari apa yang dikerjakan dan sudah nyaman dengan apa yang sudah diperoleh.
4.  Konflik batin ini kemudian dicocokkan dengan situasi dan kondisi yang ada plus masukkan dari rekan-rekan maka keyakinan itu menjadi sugesti sebuah pembenaran bagi dirinya tidak melakukan aktivitas yang optimal untuk mewujudkan komitmennya seperti yang disampaikan kepada atasannya.
5.  Dalam ilmu pikiran, bahwa apa yang divisualisasikan dan sangat diinginkan begitu kuat dalam diri seseorang maka akan berlaku Law Attraction atau Hukum Alam yang akan merealisasikan apa yang dipikirkannya itu. Maka karena Staf Marketing mevisualisasikan rasa nyaman jika tidak melempar kredit yang besar maka terwujud, dan itu akan terus terulang jika sang penyabotase tidak dibereskan.
6.  Sang penyabotase ini sebebanarnya sangat baik yaitu untuk melindungi Staf Marketing tersebut dari risiko permasalahan yang besar jika terjadi macet maka akan merepotkan dirinya, dan melindungi dirinya dari ketidak nyamanan jika banyak yang bermasalah ia tidak akan memperoleh insentif. Namun yang jadi masalah adalah Sang Penyabotase telah menjadikan diri seseorang tidak memiliki gairah atau semangat untuk meneruskan mengatasi masalah, mencari solusi, agar kreditnyanya tetap banyak tetapi berkualitas atau masalahnya kecil sehingga kenyamanan mendapat Insentif semakin besar.
7. Pelatihan yang ia ikuti terkait kompetensi atau kemampuan bekerja tak akan ampuh merubah hasil secara signifikan, disinilah perlunya pelatihan yang memberikan ilmu Mental Therapy baik salah satunya dengan metode Emotional Freedom Technique (EFT) seperti yang saya pelajari dari Adi W Gunawan seorang pakar Mind Technologi dan Transformasi Diri, atau metode Instant Change Technique (ICT) yang saya pelajari dari Ariesandi Setyono seorang Peak Performance Coach, atau dengan cara Hypnosis yang akan membantu seseorang dapat melepaskan “sang penyabotase” dan setelah itu dilakukan pemrograman pikiran bawah sadar dengan sugesti positif sepanjang adanya “Niat” dan “Menyetujui” untuk dilakukan therapy mengatasi masalah mental tersebut.

Pembaca yang budiman, bagian yang melakukan sabotase atas pencapaian keinginan sukses seseorang itu berbentuk perasaan atau emosi negatif yang tersimpan dengan manis di dalam pikiran manusia dan 90% mempengaruhi cara berfikir seseorang yaitu “Pikiran Bawah Sadar (Subconcious Mind)”. Fungsi pikiran bawah sadar di antaranya adalah menyimpan data memori dan penyimpan emosi.

Kabar buruk tentang pikiran bawah sadar adalah, pikiran bawah sadar selalu menghasilkan pikiran negatif dan bersifat Homeostatis sebuah sifat yang mengakibatkan orang malas dan berat untuk melakukan perubahan terlebih kalau perubahan itu dapat mengganggu kenyamanan hidup. Meskipun maksudnya baik untuk memproteksi diri dari hal-hal yang tidak nyaman, tetapi ini akan menjadikan konflik batin sebab berlawanan dengan keinginan mencapai sukses itu sendiri.

Mohon diingat baik-baik : “Motivasi seperti apapun yang diberikan kepada seseorang untuk melakukan perubahan (change) hanya akan berdampak temporer saja, jika Emosi Negatif yang memunculkan “belief (keyakinan) negatif” tidak dibereskan”.
  
“Perubahan itu menyakitkan. Ia menyebabkan orang merasa tidak aman, bingung dan marah. Orang menginginkan setiap hal seperti semula, karena mereka ingin hidup yang mudah”                              
(Richard Marcinko).

Pelatihan Leadership

Penawaran program pelatihan untuk Team Leader BPR yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja tim dengan kepemimpinan yang profesional sehingg...

Facebook Digg Stumbleupon Favorites More