Selamat Berkunjung Di Website Wangsit Supeno. Website ini memberikan informasi pelatihan dan artikel yang bermanfaat.

Kami berpengalaman sejak 2011 dalam pelatihan pengembangan SDM Bank Perekonomian Rakyat (BPR) fokus Modul Marketing, Sevice Excellence, Leadership dan Motivation bisa untuk publik.

Trainer berpengalaman memberikan pelatihan secara in house maupun bekerjasama dengan Perbarindo dan juga perusahaan/instansi non bank.Penyampaian materi mudah dipahami dan dalam suasana kelas training yang menyenangkan.

Selasa, 29 Januari 2013

TRAINING BPR PHIDECTAMA ABEPURA 2011

IN HOUSE TRAINING
EDUKASI SUMBER DAYA
PT. BPR PHIDECTAMA ABEPURA
PAPUA
TEMA : HOW TO HANDLING MICRO CREDIT BPR


Foto Bersama Direksi dan Karyawan
Suasana Pelatihan

Peserta Happy dan Semangat

Minggu, 16 Desember 2012

ANALISA KEBUTUHAN TRAINING BPR


EDUKASI SUMBER DAYA  Training & Consultant SDM SHARE POSITIVE ARTICLE


PENTINGNYA TRAINING NEEDS ANALYSIS (TNA) DALAM PENYUSUNAN RENCANA KERJA DIREKSI BPR
Oleh : Wangsit Supeno, SE, MM
      
Bank Perkreditan Rakyat yang semakin tumbuh pesat di tanah air dalam operasionalnya tidak terlepas dari masalah keseharian khususnya dalam meningkatkan penghimpunan dan pelepasan dana, menjaga kualitas pemberian kredit agar selalu sehat dan SDM yang selalu memiliki motivasi untuk meningkatkan kinerjanya di BPR.

Pimpinan BPR memiliki tanggung jawab terhadap keberhasilan operasional perusahaan dari segala lini. Keberhasilan akan diperoleh jika perusahaan memiliki 3 sistem penting berikut ini yang dapat berjalan dengan baik yaitu :

1.    Sistem perekrutan dan pengembangan SDM
Sebuah perusahaan yang hebat harus didukung oleh SDM yang juga hebat. Dalam hal ini BPR sebagai sebuah perusahaan jasa keuangan yang dituntut melayani publik dengan prima, tentunya SDM menjadi bagian sangat fundamental yang akan menentukan keberhasilan operasional BPR. 


BPR yang tidak memiliki sistem perekrutan dan pengembangan SDM yang baik akan terancam dengan tingginya biaya tenaga kerja yang tidak produktif dan pastinya akan in efisiensi yang bisa membabat profit BPR dalam waktu sekejap.

2.  Sistem Kontrol yang Akurat
Fakta sudah membuktikan,  frauds atau penyimpangan dapat membuat BPR mengalami masalah dalam operasionalnya. SDM lagi-lagi memiliki peran penting terjadinya penyimpangan di BPR. Integritas begitu penting dalam bekerja di BPR yang ketat dengan peraturan tetapi selalu saja ada celah dilanggar. 


Sistem kontrol yang akurat dan dipatuhi secara konsisten baik oleh atasan maupun bawahan akan menjadikan BPR tumbuh pesat secara aman, sehat dan memberikan jaminan kepada para deposan dan kreditur untuk terus berinvestasi dan meminjamkan dananya disana karena semua SDM yang terlibat di dalam BPR adalah SDM yang penuh tanggung jawab, integritas tinggi, loyal dan memiliki rasa sence of belonging (rasa memiliki) sehingga memunculkan rasa bangga bekerja di BPR.

3.  Sistem Marketing yang Handal
Tujuan operasional BPR sekurang-kurangnya ada lima yaitu, membangun perekonomian lokal, meningkatkan laba dengan ROA yang terus meningkat, memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan nasabah, memberikan kesejahteraan kepada SDM yang memajukan organisasi, dan memberikan ROE yang tinggi kepada owner.

Sistem Marketing yang baik dengan memperhatikan 4 P (Product, Price, Promotion dan Place) + 1 P (Personal yang Kompeten) menjadi sangat penting dalam menumbuhkan BPR yang sehat dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam pelaksanaan dilapangan strategi marketing sehebat apapun tidak akan berjalan baik tanpa dukungan SDM yang handal.


Mengapa Pimpinan BPR Harus MelakukanTraining Needs Analysis (TNA) dalam Penyusunan Rencana Kerja Tahunan  Direksi ?

Beberapa alasan yang mendasari perlunya pimpinan BPR melakukan TNA yaitu :

1.   Untuk   memastikan apakah  sebuah permasalahan  yang terkait dengan kinerja karyawan atau kinerja BPR dapat diatasi dengan diadakannya training seiring dengan upaya  pencapaian target kerja Direksi satu tahun ke depan.
2.    Jika  training  menjadi  solusi atas sebuah  permasalahan  kinerja karyawan maka harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. Dengan adanya TNA maka tidak akan terjadi kesalahan dalam menetapkan tujuan, materi dan metode training, maupun dalam menentukan peserta training.
3.    Setiap training yang dilaksanakan oleh suatu BPR atau yang diikuti oleh SDM BPR terkait dengan tugasnya seharusnya akan mendukung strategi perusahaan dalam mencapai tujuannya.
4.    Dengan TNA yang tepat dan sesuai kebutuhan maka  anggaran pelatihan yng dimiliki BPR akan bermanfaat dan tidak terkesan dihabur-hamburkan.

Ruang Lingkup Training Needs Analysis (TNA)

Training Needs Analysis yang disusun oleh pimpinan BPR dalam satu tahun terdiri atas tiga elemen, yaitu :

1.   Analisis pada level organisasi
Hal yang diungkapkan pada level organisasi yaitu :
a.  Jika pimpinan BPR menempatkan karyawan sebagai bagian dari strategi untuk mencapai tujuan penyaluran dana secara berkualitas dan menguntungkan, maka pengadaan training di bidang perkreditan yang meliputi pemasaran, manajemen kredit, manajemen collection dan manajemen customer paska pemberian kredit adalah salah satu cara terbaik yang dapat dilaksanakan BPR untuk meningkatkan keterampilan teknis petugas kredit dalam meningkatkan penjualan produk dan memproses kredit serta melakukan penagihan secara benar yang akan memberikan efek positif bagi pencapaian realisasi target rencana kerja Direksi.
b.   Adanya support dari manajemen kepada karyawan yang akan disertakan dalam training dan menerapkan hasil pelatihan dalam pekerjaan sehari-hari.
c.   Kesiapan BPR untuk menyelenggarakan suatu training, termasuk kesiapan penyediaan anggaran, peserta, provider training yang pelaksanaannya tanpa mengganggu kinerja perusahaan.

2.    Analisis pada level tugas
Analisis pada level tugas yang disusun oleh pimpinan BPR bertujuan :
a.  Mengidentfikasi divisi mana sajakah yang dinilai belum sejalan dengan strategi organisasi dalam mencapai target kerja pada tahun sebelumnya dan pada tahun ini harus dikembangkan melalu training yang sesuai kebutuhan devisi tersebut.
b.  Menentukan elemen dari tugas-tugas tertentu yang diperkirakan perlu diberikan training. Elemen tersebut seperti knowledge dan skill tentang teknis marketing produk BPR, proses pemberian kredit BPR, pelayanan nasabah BPR, dan Motivasi yang dapat meningkatkan soft skill yang berdampak pada terbangunnya inner motivation untuk bekerja habis-habisan, memiliki attitude atau sikap yang baik,  memiliki integritas dan komitmen agar kinerjanya memuaskan dan memberikan kontribusi  positif  terhadap BPR.


Kinerja karyawan ditentukan oleh 3 faktor yaitu :
a.   Ability,
Berhubungan dengan potensi karyawan, kemampuan dan keterampilan yang dimiliki seorang karyawan dalam menyelesaikan tugasnya dengan baik.
b.   Motivation,
Berhubungan dengan kemauan yang dimiliki seorang karyawan sehingga mendorong dirinya untuk dapat menyelesaikan tugas yang diembannya dengan sebaik-baiknya sesuai yang diharapkan perusahaan.
c.   Opportunity,
Adanya kesempatan yang diberikan kepada karyawan untuk menyelesaikan tugasnya sesuai job description yang jelas, sarana yang tersedia untuk kelancaran kerja dan lingkungan kerja yang nyaman.

3.   Analisis pada level individu karyawan
Analisis pada level individu karyawan dilakukan untuk menentukan siapa saja karyawan yang membutuhkan training, hal terkait kedudukannya pada level organisasi dan level tugas. Untuk memperkuat analisis bisa dilakukan dengan cara membuat kuesioner, di mana dalam kuesioner tersebut diungkapkan apa saja sebab sebab yang menjadikan hambatan sehingga kinerja tidak maksimal.

Mengapa Training sangat diperlukan BPR ?
           
Fokus dari training adalah adanya kebutuhan untuk pengembangan sikap, mental, perilaku, pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan tugas dan wewenang karyawan yang diberikan perusahaan sehingga akan membantu dalam melancarkan a`ktivitas sehari-hari dan memberikan hasil yang memuaskan.

     Pemilihan model training lebih dilihat pada rendahnya biaya pelatihan bukannya pada kualitas training itu sendiri. Akibatnya, dana pelatihan keluar sedikit tetapi hasilnya tidak memberikan dampak apapun terhadap perusahaan, lalu disimpulkan bahwa training hanya mengamburkan waktu dan uang.

    Nara sumber pemberi training menjadi sangat penting jika kebutuhan akan pengembangan karyawan sesuai dengan strategi perusahaan dalam rangka mendukung pencapaian rencana kerja Direksi. Nara sumber haruslah orang yang profesional dibidangnya dan memiliki pengalaman langsung dibidang usaha BPR, termasuk dibidang training sehingga transfer ilmu akan lebih mudah dan sangat aplikatif di BPR.

   Kompetensi yang dibutuhkan perusahaan termasuk BPR tidaklah hanya yang berifat Hard Competencies yang berhubungan dengan keterampilan teknis pekerjaan, akan tetapi juga yang bersifat Soft Competencies (Kompetensi yang berkaitan dengan prilaku dan motivasi kerja karyawan) ini perlu mendapatkan perhatian. Hasil penelitian membuktikan hampir 80% kesuksesan seseorang didasarkan pada Internal Motivation atau Soft Competencies yang berhasil dibangun dalam dirinya sendiri, dan hanya 20% saja kompensi teknis yang dikuasai. Sehebat apapun keterampilan Account Officer dalam marketing dan pelayanan, jika tidak ada motivasi yang kuat dalam dirinya untuk melampaui target kerja, maka keahlian itu tidak akan pernah bernilai apa-apa.

Dengan demikian, pelatihan merupakan suatu tuntutan kebutuhan yang tidak bisa ditunda tetapi harus disusun secara teratur dan direncanakan secara matang melalui Training Needs Analysis (TNA) yang tepat. Hal inilah yang menjadikan pelatihan atau training diyakini sebagai kebutuhan penting untuk mampu mengatasi persoalan dalam kelancaran aktivitas pekerjaan sehari-hari sebagai strategi dalam rangka mencapai rencana kerja yang telah ditetapkan oleh Direksi. (Wangsit Supeno-161212).


Selasa, 04 September 2012

MOTIVASI SUKSES SELF MOTIVATION



INGIN ATAU HARUS
Wangsit Supeno, ESD

“Keinginan yang diperkuat dengan doa akan melahirkan impian yang  menjadi  tujuan hidup sehingga menumbuhkan  keharusan  dan keyakinan untuk  mewujudkannya melalui tindakan yang efektif“  (Positif Inspiration From Wangsit Supeno-Salam Embahnya Super Dahsyat )



Seorang anak kecil sekitar usia 3 tahun menangis histeris ketika ibunya melarang anaknya minta dibelikan balon gas, dan ketika pedagang balon itu sudah pergi jauh akhirnya ayah si anak bergegas mencari pedagang balon tersebut dan ketika balon tersebut sudah dibeli dan diberikan kepada si anak, maka sianakpun berhenti menangis dan tak lama kemudian ia tertawa bersama teman-temannya. Ilustrasi ini menggambarkan perbedaan antara “Ingin” dan “Harus”. Anak kecil tersebut telah berhasil dengan caranya mengubah pikiran kedua orang tuanya yang semula melarang jadi menyetujui untuk meminta balon yang diingininya dan menjadikan keharusan untuk dimilikinya. Masih untung sianak kecil tidak bilang, “saya maunya yang warna merah, enggak mau yang hijau !”. Coba kalau dia minta warna yang sesuai visualisasinya,  si ayah mungkin akan bingung atau mungkin akan ngomel duet dengan isterinya,  karena situkang balon sudah pergi entah kemana, yang pada akhirnya sianak menerima juga meski dalam keadaan tertekan. 

Ilustrasi cerita di atas menunjukkan anak tersebut sangat kreatif, kecil-kecil sudah terlihat kekuatan karakternya yang target oriented. Sebab faktanya ada juga seorang anak kecil yang menangis meminta balon dan dia mendadak berhenti menangis manakala sang ayah cuma bilang seperti ini, “Sssstt..jangan beli balon karena bisa meledak...duarrrrr....!” si anak jadi ciut hatinya.Nah, tahukah Anda efek dari ucapan si ayah tersebut ? sianak akan memvisualisasikan gaya sang ayah yang pura-pura terluka karena balon yang pecah, dan bila cara ini terus dilakukan oleh sang ayah untuk menunjukkan bentuk ketidak sukaan, maka niscaya sianak ketika sudah dewasa akan takut menyentuh balon. Ditelinganya selalu terngiang suara ayahnya yang selalu mengingatkan bahayanya berhubungan dengan balon dan menjadi tungku mental hingga dewasa. Biasanya seorang therapist yang berpengalaman akan bisa membantu mengatasi tungku mental tersebut. 

Manusia Istimewa
Saya ingin mengajak Anda merenungi, bahwa pada dasarnya kita ini dilahirkan sebagai manusia yang sempurna, istimewa dan layak memiliki apa yang kita inginkan baik yang  bersifat materi maupun spiritual, asalkan disertakan dengan kata “Harus”. Apa sebabnya ? 

Mohon Anda ingat kalimat berikut ini. Jika Anda baru sampai pada level “Ingin”, maka itu sifatnya hanya sementara karena ada di pikiran sadar yang mudah berubah seperti halnya daun kering yang jatuh lalu tertiup angin begitu mudah terbang entah kemana. Kita jadi kalah mental oleh situasi dan kondisi yang menekan pikiran, dan hati mudah jadi ciut lalu diikuti rasa takut, khawatir, ragu-ragu karena dipengaruhi visual kita yang kerap membayangkan kegagalan dan atau mendengar suara kekecewaan hidup orang lain. Sebaliknya Kata “Ingin” yang diikuti dengan kata “Harus” akan melekat dan tersimpan di dalam pikiran bawah sadar seseorang, seperti halnya semen yang menyatu dengan pasir sehingga bisa merekatkan susunan batu bata, dan tidak heran jika sebuah bangunan bisa berdiri kokoh  dan sanggup menahan hembusan angin selama bertahun-tahun lamanya.

Pertanyaan saya, apa sih yang dikerjakan seseorang sebelum mendirikan sebuah bangunan? Jawabnya adalah, merancang gambar bangunan yang dibuat secara matang oleh seorang arsitek yang kreatif dan cerdas. Dalam rancangan itu terlihat kerangka gambar dengan perhitungan yang detail sesuai visualisasi yang ada dalam pikiran sang arsitek, sehingga pada saat pelaksanaan rancangan itu menjadi pedoman kerja. Kita adalah arsitek yang bisa merancang bentuk bangunan kehidupan kita sehingga bisa setinggi, sebesar dan sekokoh apa yang kita inginkan dan, tetapi ingatlah ada keharusan untuk mewujudkannya dengan cara melakukan tindakan yang efektif melalui penggunaan potensi Kekuatan Karakter dan Mindset yang selama ini terpendam dalam diri kita secara optimal. Diperlukan bentuk kreatifitas dan kecerdasan dalam pelaksanaannya, dan semua potensi itu ada dalam diri kita sendiri sebagai anugerah Tuhan agar kita menjadi manusia yang istimewa. Anda setuju ! Anda dan saya adalah orang yang Super Dahsyat ! Itulah Fakta Hidup !

Success Share
Mohon Anda tuliskan diselembar kertas 5 (lima) Keinginan yang berhubungan dengan peningkatan nilai hidup Anda dalam pekerjaan, percintaan, keluarga, kesehatan atau spiritual. Kemudian kerucutkan menjadi  2 (dua) prioritas utama yang menjadi keharusan bagi Anda untuk mewujudkannya dalam hitungan waktu yang jelas, dan sebutkan apa alasannya harus diwujudkan.   Sekarang tuliskan dalam bentuk sketsa di selembar kertas putih lalu imajinasikan dalam kondisi mata terpejam nikmatnya jika apa yang jadi keharusan terwujud, ekspresikan dengan senyum lalu tutup dengan doa. Fakta hidup bahwa orang sukses memulai segalanya dari sebuah imajinasi yang dikuatkan dengan doa dan dirancang sebagai tujuan hidup sehingga menghasilkan energi positif yang selalu bisa menguatkan langkahnya dalam segala keadaan dengan cara-cara yang benar.

Pelatihan Leadership

Penawaran program pelatihan untuk Team Leader BPR yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja tim dengan kepemimpinan yang profesional sehingg...

Facebook Digg Stumbleupon Favorites More