Selamat Berkunjung Di Website Wangsit Supeno. Website ini memberikan informasi pelatihan dan artikel yang bermanfaat.

Kami berpengalaman sejak 2011 dalam pelatihan pengembangan SDM Bank Perekonomian Rakyat (BPR) fokus Modul Marketing, Sevice Excellence, Leadership dan Motivation bisa untuk publik.

Trainer berpengalaman memberikan pelatihan secara in house maupun bekerjasama dengan Perbarindo dan juga perusahaan/instansi non bank.Penyampaian materi mudah dipahami dan dalam suasana kelas training yang menyenangkan.

Rabu, 23 Juli 2014

KEKUATAN PIKIRAN



KEKUATAN PIKIRAN
Oleh :  Wangsit Supeno





Dunia kita ini bukanlah tumpukan batu yang merupakan benda mati. Ia adalah sistem energi yang hidup dan dinamis. Setiap pemikiran yang Anda pikirkan memberikan kesan kepada sistem ini, dan dampaknya tak terelakkan. Tak peduli Anda suka atau tidak, selamanya Anda menciptakan realitas melalui apa yang Anda pikirkan. Langkah awal untuk memulai kehidupan yang baru dan lebih sukses benar-benar mudah.  Anda hanya perlu memperhatikan aliran pemikiran-pemikiran di dalam pikiran Anda dan mengarahkannya.

Berpikir itu sederhana dan hanya butuh waktu sekejap. Namun, ia memiliki proses yang kuat. Berpikir melahirkan pengetahuan, pemahaman, nilai, keyakinan, dan prinsip. Pikiran menjadi titik tolak bagi tujuan dan mimpi-mimpi. Ia menjadi referensi rasional dalam eksperimentasi, perjalanan hidup, pemaknaan, serta cara memahami kebahagiaan dan kesengsaraan. Pikiran bisa jadi penyebab penyakit kejiwaan dan fisik. Pikiran bahagia membuat kita bahagia dan pikiran sengsara membuat kita sengsara. Pikiran takut membuat kita takut dan pikiran berani membuat kita berani. Socrates berkata, “Dengan pikiran, seseorang bisa menjadikan dunianya berbunga-bunga atau berduri-duri.” Pikiranlah yang menjadi pendorong setiap perbuatan dan dampaknya. 

Tahukah Anda bahwa rata-rata kita berpikir sekitar 60.000 hingga 80.000 kali setiap hari ? Mengejutkan, Bukan ? Ini berarti bahwa kualitas pikiran kita memengaruhi bagaimana kita merasa dan bertindak. Dialog internal dalam pikiran Anda memengaruhi autobiografi perjalanan hidup Anda. Pikiran Anda dapat mendorong Anda menuju kesuksesan atau membelenggu Anda. Jadi, untuk mengubah hidup Anda, yang perlu Anda lakukan, ubah pikiran Anda.

Apakah Anda mengendalikan pikiran Anda ? Atau, jangan-jangan pikiran Anda yang mengendalikan diri Anda ?  Saat Anda yakin bahwa Anda-lah yang memegang kendali, semua hal mungkin saja terjadi. Manusia sering kali secara alami menyalahkan orang lain atau “nasib” tertentu untuk terjadinya kemarahan, stres, kesedihan, rasa jijik, kecemasan, atau apapun. Meskipun hal tersebut merupakan bagian dari keseharian kita, sebenarnya pikiran kitalah yang menentukan bagaimana kita merasa dan bagaimana kita berperilaku selanjutnya.

Pikiranlah yang menentukan kondisi jiwa, tubuh, kepribadian, dan rasa percaya diri. Pada tahun 1986, sebuah penelitan dari Fakultas Kedokteran di San Fransisco menyebutkan bahwa lebih dari 80% pikiran manusia bersifat negatif. Hasil penelitian ini memperkuat pernyataan bahwa nafsu cenderung menyuruh kepada keburukan. Pikiran negatif itu turut memengaruhi perasaan, perilaku, serta penyakit yang mendera jiwa dan raga. Jika demikian, kita harus ekstra hati-hati dalam memilih pikiran di benak kita.

Napoleon Hill, menyatakan bahwa sejatinya “Pemikiran adalah segalanya.” Pemikiran adalah sesuatu yang sangat kuat, ketika bercampur dengan kejelasan tujuan, kegigihan, dan sebuah keinginan membara untuk diterjemahkan menjadi kekayaan, atau benda-benda lainnya. Ketika Anda mulai berpikir untuk menjadi kaya, Anda akan melihat bahwa kekayaan dimulai dengan kondisi pikiran, dengan ketegasan untuk mencapai tujuan, dan tanpa atau sedikit saja kerja keras. Yang perlu Anda ketahui adalah bagaimana cara meraih kondisi pikiran yang akan menarik kekayaan. 

Kesuksesan datang kepada mereka yang sadar akan kesuksesan. Kegagalan datang kepada mereka yang membiarkan diri dan mereka sadar akan kegagalan. Yang perlu Anda lakukan adalah mengubah pikiran Anda dari sadar kegagalan menjadi sadar kesuksesan. Orang-orang yang menyatakan mustahil untuk bisa berpikir menjadi kaya adalah orang-orang yang memiliki  kebiasaan berpikir hidupnya lebih condong pada kemiskinan, kemalangan, kegagalan dan kekalahan. Kesuksesan tidak hanya berbentuk pencapaian kekayaan saja, sebab kesuksesan banyak makna, bisa kesehatan, intelektual atau religi. 

Orang kerap menyebut pencapaian kesuksesan sebagai sebuah keajaiban, sesungguhnya bukan keajaiban, tetapi bagaimana orang itu memulai menanamkan sebuah ketegasan  berpikir dan keyakinan tentang tujuan hidupnya bisa dicapai, kemudian semuanya berproses dengan sinkronisasi tindakan yang begitu gigih, dan terjadilah kekuatan tarikan alam sehingga semuanya bisa terjadi. Ketika seseorang benar-benar siap untuk sesuatu, maka sesuatu itu akan muncul dan tidak ada yang mustahil jika Tuhan menghendaki.

 Coba pikirkan. Lihat di sekitar Anda. Semua yang Anda lihat bermula dari sebuah pikiran di kepala seseorang. Disain sebuah kursi, sampul buku, jam  tangan, lap top yang memungkinkan Anda bekerja jauh dari rumah atau kantor, pesawat udara yang dapat terbang dengan ketinggian hingga 30.000 kaki sehingga transportasi menjadi lebih cepat. Pertanyaannya, apakah semua produk yang kita bisa rasakan saat ini, yang disebut bagus dan canggih itu tanpa kegagalan dalam pembuatannya ? jawabnya, pasti semuanya melalui sebuah proses yang namanya kegagalan, kekecewaan, kesalahan tetapi justeru dengan itu semua maka bisa dihasilkan sebuah karya yang terbaik. 

Setiap orang sering melakukan kesalahan ini, yaitu berhenti ketika kita menghadapi sebuah kekalahan sementara. Sebelum kesuksesan menghampiri kehidupan seseorang, orang itu sudah pasti akan menemui banyak kekalahan sementara, bahkan kegagalan. Masalahnya, ketika seseorang merasa kalah, yang paling mudah dan paling logis untuk dia lakukan adalah berhenti. Itulah yang akan dilakukan sebagian besar orang. Ketahuilah, lebih dari lima ratus orang paling sukses di dunia, kesuksesan yang diraih mereka justru datang setelah mereka merasakan kekalahan. Orang-orang seperti Jack Welch, CEO General Electric yang sangat sukses, yang diawal kariernya gagal secara dramatis ketika sebuah pabrik plastik yang diawasi meledak. 

Selama dua puluh tahun, petenis legendaris Andre Agassi dari Amerika Serikat menempati urutan pertama sebagai salah satu petenis dunia. Ketika dia memainkan pertandingan profesionalnya yang pertama di California, Februari 1986, hanya sejumlah orang yang memperhatikan Andre Agassi. Ini karena penampilan yang beda dari petenis saat itu. Dia memilili rambut pirang panjang yang acak-acakan dan kegemarannya pada pakaian-pakaian yang aneh. Meski karirnya tidak stabil, mengalami naik turun prestasi yang cukup signifikan, Agassi berhasil membawa pulang delapan gelar Grand Slam sepanjang karirnya. Ia mengalami keterpurukan dan sempat terlempar ke peringkat 141 dunia di tahun 1997.  

 Agassi menyadari betapa ia benar-benar frustrasi dan kehilangan kepercayaan diri setelah delapan tahun secara konsisten masuk sepuluh besar dunia tetapi tahun 1997 peringkatnya turun drastis. Ia sadar harus bangkit untuk bisa keluar dari krisis yang menimpa kehidupannya, dan telah membuatnya jatuh terlampau jauh dalam perolehan peringkat. Tidak ada cara lain untuk itu ia harus menapak dari nol kembali. Ia harus berlatih keras lagi dan menetapkan target setiap hari harus selalu menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Agassi akhirnya bangkit dari keterpurukannya, dan pada tahun 1999 ia berhasil menapaki tangga menuju peringkat satu dunia lagi. Ia melesat bagaikan roket dan langsung membawa pulang US Open dan France Open. Bahkan Agassi menambah jumlah tropi grand slam-nya menjadi delapan dengan menjuarai Australia Terbuka bulan Januari sebelum untuk beberapa waktu merebut kembali peringkat petenis teratas dunia. Kegagalan bukanlah penghalang kesuksesan melainkan latihan untuk mencapai kesuksesan yang lebih baik lagi.

Sylvester Stallone, Bruce Willis, Oprah Winfrey, Bill Clinton, Steven Jobs, Donald Trumph, dan banyak lagi orang-orang yang juga berprestasi dan terkenal lainnya yang harus gagal lebih dulu agar bisa memetik pelajaran yang pada akhirnya menjadikan mereka sukses. Mereka semua pernah gagal, tetapi tak satupun yang menyerah. Henry Ford, seorang pendiri Ford Motor Company, mengatakan bahwa perlunya kita menerapkan prinsip-prinsip kesuksesan yaitu mengetahui dengan jelas apa yang ingin Anda capai, Yakin pada kemampuan Anda untuk melakukannya, dan tetap gigih sampai Anda mencapai tujuan Anda.


Kamis, 10 Juli 2014

MEWASPADAI PENYAKIT PSIKOSOMATIS



MEWASPADAI PENYAKIT PSIKOSOMATIS
Oleh : Wangsit Supeno


Bersama Guru Penemu Terapi Instant Change Technique (ICT) Ariesandi Setyono


Beberapa tahun yang lalu seorang sahabat baik saya, mengajak saya untuk mengikuti acara preview workshop Instant Change Technique (ICT) yang berbasis Hipnoterapi. Dan ketika saya mengikuti preview workshop Instant Change Technique (ICT) tersebut, saya bertemu sosok pria ramping berkacamata yang ramah bernama Ariesandi Setyono. Ia seorang pendiri Akademi Hipnoterapi Indonesia (AHI). 

Dalam acara preview itu, saya menyaksikan langsung Ariesandi menangani seorang anak yang terkena masalah phobia binatang kecoa. Wah, kalau kecoa sih buat saya tidak ada masalah meskipun kecoa bukan jenis hewan yang saya sukai. Berbeda dengan anak itu, ia begitu histeris ketakutan ketika melihat kecoa. Saya jadi teringat dengan teman SD saya dulu yang takut dengan ayam hidup, kecuali kalau sudah digoreng ia tetap suka. Atau mantan murid privat saya yang jijik jika tersentuh surat kabar. Penyakit aneh pikir saya saat itu yang  tidak memahami tentang penyakit psikosomatis yang salah satunya disebut phobia.

Proses terapi penyembuhan phobia itu berlangsung cepat sekitar 15 menit seperti sedang “ngobrol” saja ….bla..bla…bla…, dan beberapa waktu kemudian diambil dan diperlihatkan kecoa itu untuk pembuktian apakah terapinya itu berhasil. Walhasil paska terapi si anak mulai tenang dan pelan-pelan berani melihat kecoa dan menyentuhnya, tidak sehisteris sebelumnya. 

Kunci kesembuhan dalam penanganan terapi psikosomatis dengan ICT sebenarnya terletak pada tingkat keyakinan dan kemauan sipenderita. Seorang terapis hanyalah perantara saja

Paska mengikuti preview, Saya memutuskan mengikuti workshop “Instant Change Technique”  atau ICT. Metode ICT merupakan terobosan hebat dan cepat yang dilakukan Ariesandi dalam menyembuhkan berbagai masalah penyakit psikosomatis, bahkan juga mengatasi masalah hambatan mental di bidang keuangan, karier, bisnis dan berbagai masalah perilaku.  Teknik ini sudah teruji sejak tahun 2007  dalam ruang praktek pribadi Ariesandi,  seorang pakar Peak Performance Coach dan Pendiri Akademi Hipnoterapi Indonesia (AHI). Wow, mantap artinya saya belajar dengan orang yang tepat. 

Dalam workshop ICT yang saya ikuti, Peserta pelatihan diwajibkan membawa teman atau saudara atau siapapun yang sedang memiliki masalah psikosomatis untuk praktek penyembuhan. Dan yang terpenting setelah mengikuti pelatihan ICT tersebut saya yang memiliki penyakit psikosomatis phobia minum obat, bisa disembuhkan sampai sekarang. Prosesnya cepat hanya dalam kisaran waktu 15 menit seperti “ngobrol” saja di ruang pelatihan.

Awalnya terasa aneh mengapa kok begitu mudah dan cepat ya mengatasi masalah penyakit Phobia dengan metode ICT, tetapi ini fakta lho, sekali lagi syaratnya simpel, ada keyakinan dan kesediaan klien membuka diri untuk kesembuhan dirinya sendiri dalam mengatasi masalah mental sampai ke akar-akarnya yang terdalam dan kadang sudah menahun. Tugas seorang terapis ICT adalah bagaimana dengan komunikasi yang tepat dapat menggali “Rasa” yang memunculkan masalah dalam diri klien psikosomatis, dan itulah yang dibereskan. Sangat ilmiah tanpa campuran klenik atau mantera-mantera yang melanggar ajaran agama.

Phobia sebagai Penyakit Psikosomatis 

Penyakit phobia  adalah salah satu penyakit psikosomatis yang cukup banyak terjadi di sekitar kita dan akan terus terjadi di sepanjang hidup penderita jika tidak dibereskan dengan cara terapi. Penyakit phobia, terkesan memalukan buat penderitanya. Sipenderita terkadang enggan untuk menyampaikan keluhannya. Rekan-rekannyapun merasa aneh, bahkan ada yang menggoda dengan mendekatkan benda atau lainnya yang ditakuti sipenderita, nampaknya lucu untuk orang sehat tetapi sebuah penderitaan untuk diri sipenderita. 

Contoh penyakit yang saya tangani adalah phobia dengan cabe merah, tebu, pelangi, aroma durian, naik pesawat, ketinggian, jijik makan bubur kacang ijo, kegelapan, hewan seperti kucing, kecoa, tidak bisa tidur, tidak suka makan ikan dan sebagainya. Termasuk saya sendiripun pernah mengalami phobia dengan minum obat berbentuk kaplet atau kapsul yang telah berlangsung sekitar tujuh tahun. Umumnya penyakit phobia terjadinya sudah menahun, bahkan ada yang dirasakan sejak masih kecil sekitar usia 5 atau 7 tahun. 

Ciri psikis orang yang terkena phobia adalah munculnya rasa cemas atau panik, tetapi tanpa dasar yang jelas, sedangkan ciri fisik misalnya : gemetar, jantung berdebar-debar, terkadang disertai nafas tersengal-sengal. 

Dari beberapa sumber yang saya pelajari, Istilah "phobia" berasal dari kata "phobi" yang artinya ketakutan atau kecemasan yang sifatnya tidak rasional,  yang dirasakan dan dialami oleh seseorang. Perlu diketahui bahwa Phobia merupakan suatu penyakit gangguan jiwa yang ditandai oleh ketakutan yang menetap dan tidak rasional terhadap suatu obyek atau situasi tertentu, di antaranya takut ketinggian (alto phobia), takut air (hydro phobia), takut jenis binatang seperti anjing, kecoa, tikus, ular (zoophobia), termasuk takut ketika berbicara di depan publik atau ketika melakukan komunikasi marketing (Lalio phobia) dan sebagainya yang menjadi fenomena dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam praktek yang saya temui, terkadang penderita phobia seperti saya, enggan untuk disembuhkan. Penderita biasanya cenderung lebih memilih menghindari sumber phobia tersebut, dan cenderung berusaha tetap merasa nyaman dengan kondisi yang ada pada dirinya. Seperti saya, dari pada berisiko, obat saya tumbuk jadi puyer, selesai. Di sinilah tantangan bagi seorang praktisi terapis untuk dapat memberikan pengertian tentang manfaatnya, jika masalah phobia dalam dirinya dapat diatasi. Hidupnya menjadi lebih nyaman dan tidak lagi digelayuti perasaan takut berlebihan, bahkan tidak jadi olokan orang lain.  

Dalam praktek penanganan terapi kepada penderita phobia selama ini saya menggunakan metode ICT atau Hipnoterapi, kadang satu saja sudah cukup. Penyembuhan dengan metode Terapi ICT, penderita tak perlu dibuat masuk kondisi hipnosis Alfa atau Teta seperti hipnoterapi. Cukup dengan ngobrol saja dalam menggali pemicu masalah dengan melakukan regresi usia menarik mundur ke beberapa tahun silam. 

Setelah ditemukan kemudian dimasukan install program terapinya. Cara kerja pemberesan masalah seperti cara kerja anti virus komputer. Keberhasilan  dalam melakukan terapi penyembuhan phobia sangat tergantung dengan keyakinan klien, dan kemampuan dalam menggali masalah dari sang terapis. 

Agar hasil terapi berjalan efektif, terlebih dahulu saya menggali permasalahan sipenderita phobia, saya menggunakan acuan dari rekomendasi John G. Kappas PhD. yang mengemukakan adanya 5 sindrom utama yang dialami tubuh fisik berkaitan dengan masalah emosi yang pada umumnya kita alami. 

Lima sindrom tubuh seperti yang saya kutip dari Ariesandi dalam panduan workshop ICT berdasarkan simtom (gangguan) fisiologis dan psikologisnya meliputi ;  The crying syndrome (sindrom menangis), Responsibility Syndrome (sindrom tanggung jawab), Sexual Frustration or Guilt Syndrome (frustrasi seksual atau perasaan bersalah), Fight or Reaching Syndrome (sindrom perlawanan atau pencapaian) dan Flight Syndrome (sindrom pelarian diri).


Simtom adalah manifestasi dari penyakit (gangguan) yang mungkin dialami secara internal, misalnya ketakutan yang timbul pada penderita neurotik, yaitu orang yang selalu diliputi kecemasan tentang kemungkinan mendapat serangan jantung atau juga penyakit (gangguan) yang dapat diobservasi secara eksternal, seperti orang yang mengeluarkan banyak keringat pada saat mengalami kecemasan. Sementara pengertian sindrom adalah suatu pola simtom-simtom yang terorganisasi dan dengan cara-cara tertentu berhubungan satu sama lain yang memungkinkan kita dapat membedakan gangguan mental yang satu dengan gangguan mental yang lainnya.

Selama ini terapi phobia yang saya lakukan dengan menggunakan metode ICT hasilnya memuaskan. Kegagalan terapi ICT ini dimungkinkan terjadi, karena adanya simtom (gangguan) lain yang tidak tergali sehingga satu simtom teratasi, tetapi simtom intinya tidak teratasi, maka terapi tidak memberikan hasil optimal. Sepanjang sumber masalah dapat ditemukan dan dibereskan dengan baik, maka kesembuhan dapat bersifat permanen. 


Memahami Penyakit Psikosomatis

Apa sih penyakit psikosomatis itu ? Dedi Susanto di dalam bukunya Pemulihan Jiwa mengatakan, psikosomatis terdiri atas dua kata yaitu, kata “Psycho” yang artinya jiwa atau psikis, kejiwaan manusia  dan kata  “Somatic” yang artinya tubuh, fungsi organ tubuh, biologis tubuh manusia. Jadi jika kedua kata tersebut digabung menjadi Psikosomatis  yang dapat diterjemahkan sebagai sebuah hubungan antara jiwa dan tubuh. 

Definisi psikosomatis secara lengkap adalah bentuk konversi gejolak jiwa terhadap tubuh, gejolak jiwa yang berubah bentuk menjadi gejolak di tubuh. Contohnya, penyakit migraine, susah tidur, dan problem berat badan adalah jelmaan dari gejolak jiwa. Jiwa yang tidak dikelola dengan baik, jiwa yang tidak dijaga, seperti munculnya rasa tidak puas, marah, iri, dengki, dan benci. Bila tidak dipecahkan dengan baik, tidak diklarifikasi, dan tidak diterapi dengan baik, yang akan terjadi adalah tubuh sakit. Jadi, semacam kita mengorbankan tubuh ini dan ini sungguh sebuah kerugian besar.

Menurut pakar mind technology, Adi W Gunawan mengutip dari The American College of Family Physicians dalam Kompas.com mengatakan bahwa, "Sekitar 90 persen penyakit disebabkan faktor psikogenik, bukan organik. Jadi bisa dikatakan, kondisi psikis mendominasi keadaan tubuh," Hal ini disampaikan Adi W Gunawan pada media workshop bertajuk, Menavigasi Pikiran dengan Hipnoterapi Klinis, di Jakarta, Rabu 13 November 2013. Sedikitnya ada 15 emosi penyebab  psikosomatis antara lain memori sakit, konflik diri, menghukum diri, masa lalu atau masa kini yang tidak terselesaikan, harga diri yang mengalami trauma, dan empat jenis emosi negatif. Yang termasuk emosi negatif  di antaranya rasa malu, bersalah, marah, dan takut. Rasa marah meliputi jengkel, benci, dendam, frustasi, sakit hati, dan tersinggung. Rasa malu, menurut Adi, adalah emosi destruktif penyebab penyakit psikosomatis paling besar.   

Menurut Dr. Ibrahim Elfiky dalam buku Terapi Berpikir Positif mengungkapkan penelitian Energy Medicine Dr. Herbert Spencer dari Universitas Harvard, yang menyatakan bahwa jiwa dan tubuh itu saling melengkapi. Herbert juga mengatakan bahwa lebih dari 90% penyakit tubuh disebabkan oleh jiwa. Inilah yang disebut dengan Psycho-Somatic. Disebutkan bahwa apa yang dipikirkan oleh jiwa berpengaruh pada seluruh anggota tubuh bagian luar, baik pada ekspresi wajah maupun gerakan tubuh. Pikiran jiwa berpengaruh pada anggota tubuh bagian dalam, seperti bertambahnya detak jantung, suhu tubuh, proses bernapas, dan tekanan darah yang ikut memengaruhi liver, ginjal, limpa, lambung, paru-paru dan lain-lain.

Dan menurut Willy Wong dalam buku Dahsyatnya Hipnotis mengatakan, banyak penyakit yang memang disebabkan oleh kelalaian manusia, misalnya akibat tidak menjaga pola hidup sehat atau karena ada serangan-serangan dari luar seperti virus, bakteri, dan lain-lain, yang akhirnya membuat tubuh kita sakit. Namun, selain kedua hal tersebut, ada hal-hal yang memang bersifat non medis yang menyebabkan tubuh kita “sakit”. Penyakit ini disebabkan oleh akumulasi pikiran-pikiran bawah sadar yang dalam bahasa psikologinya sering disebut dengan “psikosomatis”.

Pelatihan Leadership

Penawaran program pelatihan untuk Team Leader BPR yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja tim dengan kepemimpinan yang profesional sehingg...

Facebook Digg Stumbleupon Favorites More